Wednesday, July 17, 2013

Bercermin Dari Sepakbola


Sepakbola modern menjadi Industri besar yang saat ini didominasi oleh tim-tim sepakbola dari benua biru atau benua eropa. Penghasilan tim sepakbola di eropa bisa mencapai trilyunan rupiah, bahkan gaji seorang pemain dapat mencapai milyaran rupiah se-pekan. Kemajuan sepakbola eropa merupakan sebuah proses panjang, sepakbola di negara-negara eropa telah berkembang dan berproses lebih dari ratusan tahun. Sebuah club sepakbola di Inggris seperti Arsenal, Manchester United dsb. bahkan sudah berdiri lebih dari 100 tahun yang lalu.

PSSI baru berdiri pada tahun 1930, club sepakbola seperti Persipura Jayapura yang kini merajai Sepakbola Indonesia berdiri pada tahun 1963. Indonesia yang memiliki jumalh penduduk hampir 250 juta jiwa adalah negara yang memiliki animo besar terhadap sepakbola. Ada tiga golongan pecinta sepakbola yaitu pecinta sepakbola dalam negri (Liga Profesional Indonesia seperti ISL), pecinta sepakbola mancanegara (Liga Inggris, La Liga, Liga Itali, dsb) dan pecinta sepakbola dalam negri dan mancanegara (Liga Sepakbola manapun).

Saturday, July 13, 2013

Menciptakan Iklim Pendidikan Yang Kondusif

Persoalan mendasar yang sangat mempengaruhi kemajuan bangsa seperti Pendidikan dan Kesehatan memang kurang populer dibandingkan persoalan hukum dan Politik di Indonesia. Pendidikan adalah persoalan vital yang perlu diperhatikan demi kemajuan suatu bangsa, hal ini yang disadari oleh kaisar Hirohito dari jepang ketika baru saja kota Hiroshima dan Nagasaki di bombardir oleh Amerika. Bukan berapa prajurit atau tentara yang ia tanyakan jumlahnya, tetapi berapa jumlah guru yang tersisa. Ia sadar betul guru adalah profesi vital untuk kemajuan negrinya.

Jepang tidak memiliki minyak atau tambang yang melimpah, SDA mereka tidak ada apa-apanya jika dibandingkan sumber daya alam (SDA) Indonesia. tetapi jika melihat pendapatan negara tersebut, jumlah pendapatan negara kita sangat jauh dari mereka. Apa yang salah dengan Indonesia? satu hal, kualitas Sumber daya Manusia (SDM) kita kalah jauh dengan kualitas sumber daya manusia jepang. Hal ini membuktikan bahwa SDA yang melimpah tidak menjamin kemajuan suatu bangsa, bahkan dengan sumber daya alam yang minim, namun dengan sumber daya manusia yang berkualitas dapat memajukan suatu negara.

Monday, June 3, 2013

Identitas Yang Melekat

Edo Kondologit (foto:kapanlagi.com)

Hitam Kulit.. Keriting Rambut.. Aku Papua..
Biar Nanti langit terbelah.. Aku Papua..

Demikian penggalan syair lagu "Aku Papua" yang dinyanyikan dengan begitu emosional oleh putra Papua Edo Kondologit. Sebenarnya Edo tidak perlu mengatakan bahwa ia adalah orang Papua, jika orang di seantero indonesia melihat Edo, mereka langsung tahu kalau ia adalah orang Papua. Ya.. identitas orang Papua melekat pada kenampakan fisik orang Papua. Identitas yang melekat seperti halnya orang keturunan afrika di amerika, orang Papua di Indonesia memberi warna tersendiri bagi bangsa Indonesia. Peradaban bangsa amerika telah lebih dulu melampaui bangsa Indonesia, tercatat masalah rasis, perbudakan juga terjadi di masa lampau di negara adidaya tersebut. Perjalanan panjang negara tersebut hingga saat ini menunjukan kemajuan dalam pemikiran, kemajuan budaya, dimana tidak ada lagi atau hanya sedikit terdengar isu rasis di negara tersebut. Bahkan presiden amerika sekarang yang sudah dua kali terpilih adalah keturunan orang afrika, Barack Hussein Obama.

Perjalanan panjang bangsa Indonesia dengan orang Papua sebenarnya menunjukan peningkatan yang baik. Orang Papua sekarang tidak hanya menjadi penonton kemajuan bangsa, tetapi juga pelaku kemajuan. Penghormatan dan pengakuan terhadap orang Papua terlihat dengan begitu banyaknya orang Papua yang mengisi posisi-posisi strategis di Negara Indonesia. Identitas Papua yang melekat terhadap orang Papua tentu membawa kebanggan tersendiri bagi masyarakat Papua yang kental akan persaudaraan khasnya.

Monday, May 6, 2013

Tahun Emas, Papua Bangkit.

1 mei 2013, tepat 50 tahun yang lalu Papua secara resmi masuk ke dalam NKRI berdasarkan persetujuan dengan PBB. Saat ini Papua masih merupakan provinsi yang miskin di Indonesia di tengah kekayaan sumber daya alamnya. Miskin secara materi bagi saya merupakan hal yang memang masih sering kita jumpai di negri ini, tetapi miskin secara pendidikan, miskin pengakuan, miskin perhatian, miskin penghormatan, merupakan kemiskinan yang sesungguhnya. Kemiskinan-kemiskinan yang demikianlah yang menyebabkan orang Papua tidak merasa dirinya sebagai orang indonesia.

Bangsa Papua, harus diakui keberadaannya. Bangsa Papua telah bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), namun keberadaan bangsa Papua harus tetap dihormati, diakui dan dilestarikan. Bukankah negara kita terdiri dari berbagai suku dan bangsa, bangsa Aceh, Bangsa Maluku, Bangsa Papua, Bangsa Jawa, Bangsa Sunda, Bangsa Makassar, dll., yang kemudian bersatu dan disebut bangsa Indonesia, negara kita adalah negara politik yang kita pelajari disekolah, bukan negara berdasarkan bangsa, satu-satunya negara berdasarkan bangsa hanyalah Israel (Bangsa Israel=negara Israel). Negara kita adalah negara Demokrasi, setiap bangsa di negara ini harus dihormati keberadaannya agar tidak terjadi perpecahan, bukan hanya suatu suku/bangsa yang merupakan mayoritas di negri ini saja yang diperhatikan, dihormati, diakui dan diperlakukan dengan perlakuan-perlakuan istimewa lainnya. Suku/bangsa lain dinegri inipun perlu mendapat perlakuan yang sama.

Tuesday, June 19, 2012

Konflik Papua, Denias dan Di Timur Matahari




Seorang bocah berdiri dengan seragam merah putih yang lusuh tanpa alas kaki disebuah tanah lapang dan memandang ke udara berharap ada pesawat yang mendarat. setelah beberapa saat ia berlari menuju gubuk kayu yang ternyata adalah sekolah dimana teman-temannya sudah menunggu, dengan wajah lusuh ia berkata "teman-teman, guru pengganti belum juga datang", yang disambut wajah lusuh teman-temannya. setelah diam beberapa saat wajah lusuh bocah yang bernama mazmur itu berubah menjadi senyum dan berkata "sudah, kita belajar menyanyi saja", yang juga disambut tawa oleh teman-temannya. Demikian kutipan awal film "di Timur matahari" yang diproduksi oleh Alenia picture.


Sebelumnya, Alenia picture juga memproduksi film "Denias, Senandung diatas Awan" (Film kisah nyata) yang ber-temakan sama dengan film Di Timur Matahari. Denias adalah seorang Anak di daerah pegunugan tengah Papua yang rindu akan hadirnya Guru, begitu pula dengan Mazmur,Thomas dkk, ditengah konflik dan perang suku pada Film Di Timur Matahari.